Belajar dari Sang Kucing

Kemarin Minggu rumah saya dikunjungi oleh sang kucing, yak arena saya suka dengan kucing ya saya buat maenan aja tuch kucing, hmm tampaknya ni kucing sedang mengandung (bukan saya lho yang ngamilin :D ). tepatnya kemarin lusa tu kucing kembali lagi ke rumah saya dengan membawa anaknya yang baru lahir, karena toh ntar saya dimarahin saya usir aja tuch kucing, ehh tetep aja pingin masuk alhasil akhirnya saya tutup pintu hehehe.

Beberapa saat setelah kondisi aman saya buka lagi pintunya ehh selang beberapa menit kemudian kucing itu kemari lagi dengan membawa anak kucing, tetapi malangnya nasib kucing itu, dia tampak basah kuyup, dengan bulu-bulu yang berantakan, mugkin karena dia pindah ke rumah orang lain terus di pukuli dan disiram air mungkin. Akhirnya saya pun bawa sang kucing itu ke tempat lain yang biar aman (padahal cuman di samping rumah hahaha). Habis itu saya tinggal tuch kucing (dah mau kerja soalnya :p).

Dari cerita diatas saya dapat suatu pembelajaran bahwa kasih sayang seorang ibu kucing yang sangat besar kepada anaknya, dia tidak takut mati, tidak takut kedinginan demi sang anak mendapatkan tempat yang hangat di rumah ( ya jelaslah, kan kucing gak punya rumah makanya ngunjungin rumah satu persatu). Kita lihat sekarang ini banyak bener seorang ibu dari keturunan yang mempunyai akal (read: manusia) yang tega banget nelantarin anaknya, yang rela membuangnya ke tong sampah, yang rela membunuhnya setelah melahirkan, yang rela menyuruh anaknya untuk bekerja sedang dia sendiri asyik berbelanja, apakah sekarang manusia itu lebih rendah dari sang kucing ??

Yach itulah manusia jika manusia bisa seperti malaikat dan seperti setan karena manusia itu mempunyai akal, mempunyai pikiran. Kawan jangan mau kalah seperti sang kucing diatas yach, jangan pernah sia-siakan apa yang telah diberikan Allah untukmu.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.