Bencana yang Lebih Besar dari Tsunami

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

“Bencana apa yang lebih besar dari bencana Tsunami, banjir, gempa bumi ?” retorika dari khotib yang kemarin sedang mengisi khutbah jum’at ini membuatku penasaran, alhasil gak tidur waktu jum’atan haha. Kemudia khotib menyambung lagi khutbahnya, yaitu bencana, agama, lalu apakah bencana agama itu ?

Rasulullah SAW bersabda, ”Bencana terhadap agama itu ada tiga: ulama yang fajir (banyak melakukan dosa), pemimpin yang jair (kejam dan zalim), serta mujahid yang jahil.” (HR Ad-Dailami)

Yang pertama, ulama yang fajir (banyak melakukan dosa), yaitu ulama yang dia mengerti banyak amalan-amalan tetapi ia tidak melakukannya. Nah disini yang dimaksud ulama bukan orang yang hanya bersorban, mengisi ceramah, ataupun yang disebut kyai, tapi juga orang-orang yang mempunyai ilmu. Sekarang bayangkan saja, orang yang mempunyai ilmu ia tahu benar atau salah, tetapi amalannya jauh dari tuntunan ilmu yang ia mengerti, bahkan lebih buruk lagi ia malah menyalahgunakan ilmu tersebut. Lalu bagaimana dengan pengikut ulama tersebut ?

Yang kedua, pemimpin yang jair (kejam dan zalim), yaitu pemimpin yang memerintah dengan kekejaman, ketidak adilan, serta kelicikan. Jangan terburu-buru langsung menghardik ahh, ini pasti presdien, ahh ini pasti gubernur, tetapi sebenarnya masing-masing dari kita adalah pemimpin, setidaknya adalah pemimpin untuk diri sendiri.

Yang ketiga, mujahid yang jahil, nah bencana agama yang ketiga ini merupakan bencana yang paling berbahahaya karena sejatinya mujahid ini orang yang kurang berilmu tetapi mengaku-aku berilmu, menyebarkan ajaran yang tanpa dasar, tidak bisa membedakan mana yang bahaya, mana yang kemaslahatan. Bisa dibayangkan betapa banyak orang yang masuk kedalam jalan yang sesat jika orang-orang seperti itu menyebarkan ajaran tanpa dasar.

Ya Allah, tunjukkanlah yang benar itu benar dan berilah aku kemampuan untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah yang salah itu salah dan berilah aku kekuatan untuk menjauhinya. Amiin

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Leave a Comment