Pengalaman Magang Pertama

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

wah malam minggu stuck dengan beberapa tugas, akhirnya mencoba mengalihkan dunia di blog kecil ini ^_^. Sedikit sharing pengalaman aja tentang magang waktu kelas satu STM. Entah kenapa mau nulis ini, bagi yang merasa males baca, ya sudah gak usah dilanjutin :-P .

Magang, PKL merupakan sesuatu yang asing dikala itu, maklum masih kelas satu STM, dan gak ada bekal sama sekali. Gimana mau ada bekal wong PKL nya itu habis semester 1 langsung berangkat ke perusahaan, apalagi untuk praktek hanya 3 kali dalam seminggu, itu juga kalau praktek atau ndengerin haha (jangan ditiru :-P ).

Awal mulanya sempat bingung juga magang itu ngapain sih,

bayanganku waktu itu sih kerja tapi nanti diajarin . . .

Mungkin dapat gaji juga :D . .

Akhirnya tiba saat nya juga . . .

Wah, banyak sekali list waktu itu, akhirnya aku dan satu orang temanku mencoba memilih sebuah cv komputer yang terletak didekat Ada, Bulu.  . .  (anak semarang pasti tau, kalau ndak semarang ya imajinasikan aja sebuah cv. komputer). waktu pertama kali kesana radha kecewa juga, lho kok tempatnya kecil . .  (walau sekarang dah gedhe sekali, mungkin udah jadi pt kali, udah punya website juga :D ).

Tapi, tak mengapa lah, akhirnya kita langkahkan kaki menuju ke cv tersebut, wah sampai disana langsung disambut pemiliknya. Kita mulai menyodorkan surat pengantar dari sekolahan bahwasannya kita mau magang disitu. Mulai dari sini ujian mental dicoba -_-.

“Eh tanganmu kenapa? kok di pegang gitu, patah ya ?”, tanya sang pemilik cv (dalam hati, “perasaan sikap kek gini dimana2 luwes deh”)

ya sudah berhubung dulu masih kelas satu belum pintar membual, jadi bilang “nggak apa-apa pak !”).

Kirain susah ataupun rumit, ehh ternyata itu surat langsung di acc, Alhamdulillah langsung dapat tempat magang, pulang dengan perasaan bahagia. Eits, tapi . .  ada sedikit masalah.

Waktu itu kita masuknya endak pagi, tapi jam 14.00 – 21.00.

Dalam hati sebenarnya ingin menolak, tapi ada bisikan “ya sudah jalani dulu, siapa tahu ada hikmahnya, namanya magang pasti sengsara !”. Karena temanku yang satu ngikut saja, akhirnya ya kita sepakati pokoknya yang penting dapat tempat magang.

Oke, hari pertama, aku diantar tuh berangkatnya haha. Maklum waktu itu bapak endak terlalu sibuk, dan gak boleh naek motor (wong kelas satu, belum bisa nyari SIM juga :-( ). Temanku pun sudah menunggu di depan, (entah kenapa juga waktu itu kita pasti selalu datang berdua, kalau aku yang datang duluan, aku yang nungguin, kalau dia ya dia yang nungguin), ibarat kata, kita masih lucu-lucunya haha, padahal gak guna juga, mending langsung masuk. . .  tapi ya begitulah.

aku, nggak terlalu inget ngapain waktu hari pertama, seingetku pertama, seperti biasa kenalan, sama disuruh install windows xp dan 98 (jangan harap ada windows vista atau 7  (belum lahir haha), linux sudah ada tapi gak kenal apa itu), ya sudah kita installkan,

waktu demi waktu berlalu, akhirnya kita juga diberi kepercayaan buat ngerakit sebuah pc, haha (walau tiap masang prosesor pasti nyuruh teknisi yang ada suruh masangin, dulu phobia banget yang namanya prosesor, kalau salah patah lah, kalau miring konslet lah, kalau disentuh langsung mati lah –” . . . mungkin itu bekal dari sekolah biar kita hati-hati ya :D )

suatu ketika pas teknisi tidak ada semua, kita langsung dibimbing oleh yang punya, waktu itu kita rajin sekali mengisi log book apa saja yang sudah kita lakukan. Waktu itu, yang punya marah, “Ini jangan ditulis install ulang, bisa dipenjara kita, kan sistem operasinya nggak asli”, tulis saja repair system, kan memang kita merepair sistemnya, jadi aman.

(pelajaran yang tak inget sampai sekarang haha, kalau kita install ulang bajakan, berarti kita dosa soalnya kita menginstall ulang dengan sistem operasi bajakan, kalau repair sistem berarti kita membenahi sistem tersebut, entah pakai apa toh yang penting sistem itu kembali benar, setidaknya agak benar :D )

hari demi hari berganti, kita sudah semakin mahir saja memperbaiki pc hahaha (gimana gak mahir, orang kalau ini rusak langsung diganti yang baru wkwkwk, pasti jadi lah haha -_-),

emm pernah juga kita ngerusakkin sebuah pc, ya karena kita ceroboh sih, untungnya itu memang pc pentium gak jelas (kayaknya I atau dibawahnya ) karena kabelnya dibolak balik masuk semua, jadi kita asal masukin, eh ujug2 bau gosong hehe.  Karena itu punya toko sendiri, dan memang disuruh mencoba masih bisa atau tidak akhirnya setelah gosong ya kita bilang, “maaf pak komputernya sudah tidak bisa lagi, kemungkinan mainboardnya rusak “, kita mencoba menjelaskan (sudah mulai belajar membual nih haha).

Berikutnya, ternyata pelanggan cv ini semakin ramai saja, wah akhirnya aku punya kesempatan melayani pelanggan. “Mas, ini kenapa kok komputer saya ndak bisa, nyala “ , tanya pelanggan. “Datanya, ndak hilang kan “, wah dah ketakutan gitu.

 kirain waktu itu parah, eh waktu tak coba lepas dan pasang ram ujug-ujug bisa nyala, wah langsung dah bilang “makasih banget, mas“, seneng juga waktu itu bisa bantu orang,

tapi salahnya, aku gak ngasih charge apapun ke pelanggan tersebut, “ini berapa ya mas ?” tanya resepsionis,

“owh, gak ganti apa-apa mbak, jadi gak bayar”, sahutku (belum jiwa marketing waktu itu wkwkwk).

dilain hari ada juga sang pengunjung yang membawa laptop untuk dibenarkan, ternyata kerusakannya adalah dia lupa password bios, “nah disini mulai belajar membual lagi haha “,

setelah selesai dibenarkan (tapi yang mbenerin bukan aku waktu itu, aku cuman ngelayani saja) langsung kena charge yang lumayan mahal.

“Mas, kok mahal sekali membenarkan seperti ini “, tanya pelanggan tersebut.

“Iya dong pak, sebenarnya metodenya simple pak, kita hanya reset bios saja, dengan melepas komponen yang ada di laptop, tetapi untuk melakukan itu resikonya sangat besar, sehingga chargenya pun mahal”, timpaku kurang lebih seperti itu. Dan karena memang orang awam ya percaya saja, dia pulang dengan rasa puas.

hari berganti hari, tak terasa waktu pkl hampir usai, entah kenapa akhir-akhir waktu itu aku semakin malas, kalau ndak salah karena musim hujan juga, berangkat jam 14.00 kehujanan, ehh pulang jam 21.00 juga masih hujan, mana gak ada gaji ataupun uang makan lagi haha. Apalagi tahu sedikit harga-harga untuk install ulang rata-rata kena charge 50 rebu, untuk benerin sesuatu yang kecil antara 30-100 rebu (tergantung apa yang rusak).  dan beberapa hari penderitaan itu berakhir (efek buruk gara-gara magang adalah aku jadi gak begitu suka pelajaran teori, jadi rapotku berantakan haha)

“Ahh, ya wes ben, suatu saat pasti ada hikmahnya, ilmu yang aku dapat disini pasti lebih mahal dibanding dengan beberapa lembar uang”, dalam hati berbicara. Dan itu ternyata memang benar. Dari magangan disitu akhirnya aku gak pernah service pc yang aku punya, padahal sering sekali rusak (sekarang pun masih idup, walau gak pernah dihidupin), gak bingung ketika merakit pc ataupun install sistem operasi (sampai sekarang hafal tuh sn-nya), dan ketika sharing sama temen-temen yang lain ternyata aku lebih beruntung karena disuruh sesuai bidang, gak hanya buka tutup pintu, nganter-nganter barang gak jelas, ambil barang haha -_-.

Jadi, buat kalian yang sekarang sedang magang, bersabarlah, hikmah itu selalu diakhir :D

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

1 thought on “Pengalaman Magang Pertama

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.