Pentingnya Menjaga Amanah

Renungan kecil ketika tadi khotbah jum’atnya yang isinya tentang amanah semoga bermanfaat ^_^.  Maaf ya kalau kurang lengkap, soalnya tadi aja hampir telat shalat Jum’atnya haha (jangan ditiru), jadi gak bisa detail 😀

“Setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya. Imam a’zham (pemimpin negara) yang berkuasa atas manusia adalah ra’in dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Seorang lelaki/suami adalah ra’in bagi ahli bait (keluarga)nya dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Wanita/istri adalah ra’iyah terhadap ahli bait suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah ra’in terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya.”

(HR. Al-Bukhari no. 5200, 7138 dan Muslim no. 4701 dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

Setiap insan yang ada di dunia ini memegang amanah, bukan hanya presiden, menteri,  bahkan kita sebagai mahasiswa pun tetap saja memegang amanah.  Beberapa orang melihat bahwa sebuah jabatan itu hanyalah sebagai suatu pekerjaan, dimana semakin tinggi jabatan maka semakin banyaklah imbalan / gaji atas mereka, tetapi mereka tidak ingat bahwa semakin tinggi jabatan, maka semakin tinggi pula amanahnya.  Jangan heran, ketika banyak orang di negeri ini yang menyalahgunakan jabatannya. Banyak pejabat yang terlibat korupsi, atau banyak aparat yang melakukan penindasan merupakan salah satu contoh mereka yang belum dapat memegang amanah.

Mahasiswa sendiri pun memegang amanah untuk belajar maupun memberi teladan kepada orang lain.  Teringat ketika pertama kali masuk dan di beri wejangan salah seorang dosen “kalian masuk di sini itu bersaing dengan ribuan orang, sekarang tanggung jawab kalian adalah memberikan arahan, pengajaran, ataupun pekerjaan kepada mereka yang kurang beruntung itu”, maka jika para mahasiswa tidak sungguh-sungguh dalam belajar berarti mereka pun melupakan amanah.

Sebagai seseorang pun memegang amanah untuk menjadi insan yang baik. Jangan kira ketika kita melakukan sesuatu yang buruk tidak ada pertanggung jawabannya, mungkin kita bisa lolos di dunia, tetapi mereka akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, mungkin mulut ini bisa berbohong, tapi kulit ini akan bersaksi atas apa yang telah kita lakukan di dunia, tangan ini akan berkata tentang apa yang telah kita perbuat di dunia, kaki ini akan bersaksi tentang kemana kita melangkah selama ini, mata ini akan berkata tentang apa yang telah kita lihat dengannya, dan telinga ini akan mengatakan tentang apa yang telah kita dengarkan.

Akhir kata, semoga kita semua diberi kemampuan dalam menjalankan amanah yang telah diberikan.  Jangan mengeluh tetap tersenyum, karena seberat apapun itu Allah pasti membantu dalam setiap langkah kita.  Aamiin

Leave a Comment