Ya Allah Aku Patah Hati

Patah hati, siapa sich yang gak pernah merasakan ? pasti lika-liku pergaulan para remaja banyak yang mengalaminya.  Biasanya sich patah hati terlalu didramatisir oleh kalangan kaum hawa, walau kaum adam juga banyak sich hehe :D

Flash back bentar yang lagi patah hati, pasti merasa sangat sedih, murung, tak bahagia, khawatir, cemas dan lain sebagainya (pokoknya ceritanya gak enak).

Penulis pun pernah merasakan yang namanya patah hati, dan tak dipungkiri juga hal itu membuat suatu hal yang aneh dalam diri penulis, akan tetapi marilah kita sadar . .   sesungguhnya patah hati itu adalah sesuatu yang yang mengantarkan kita menuju sebuah kedewasaan diri.  Ketika kita patah hati, berarti kita sadar akan kekurangan kita,

contoh sederhana

dia : “Say, aku putus sama kamu”

kamu : “lho kenapa ?”

dia  :”karena kamu . . . . .”

nah dapet kan, walau dibelakang itu mungkin dia selingkuh atau ada hal yang ditutupin yang lain, gak usah peduli, toh hikmah yang dapat diambil kamu dapat membuat dirimu lebih baik dan tentu lebih dewasa.

Terus lagi, ketika kamu patah hati, mungkin saja itu adalah kehendak Allah, untung saja patah hatinya waktu lagi pacaran, coba kalau udah punya anak dan ternyata si dia bilang mau cerai kan tambah sakit hati @_@.  Sehingga  sesungguhnya janganlah terlalu diratapi ketika kalian patah hati, (sampai murung, mengunci diri dikamar, nangis guling-guling :lol: )

Bahkan seharusnya kalian harus lebih bersyukur karena Allah tetap mencurahkan rasa kasih sayang-Nya kepada kalian, karena kalian masih diberi kesempatan untuk mencari sesuatu yang lebih baik, artinya lagi Allah masih menginginkan kamu mendapatkan yang terbaik.

Ok, sekarang ambil hikmahnya saja yakz . .  dulu ketika masih berduaan pasti waktumu habis digunakan untuk hal-hal yang kurang berguna (entah telpon beberapa jam, dimana yang dibicarain itu ya muter itu-itu aja) sekarang bisa digunakan untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.  Dulu sering banget malam Sabtu dan Minggu pergi bersama si dia, entah kemana, dan ngapain, sekarang bisa berkumpul lagi dengan teman-teman dan keluarga, yang senantiasa menemanimu dalam suka maupun duka :D .

Akhir kata, penulis mengajak pembaca, jangan terlalu melebih-lebihkan rasa patah hati ini, memang pertama kalinya akan merasa sangat berat dan sedih (kata temen : nyesek) ingatlah bahwa patah hati bukan akhir dari segalanya. Ingatlah Allah selalu bersamamu.

Sedikit doa dari penulis :

Ya Allah, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah mengembalikan hati ini kepada-Mu, ya Allah maafkan diriku yang telah lalai kepada-Mu.

Maafkan aku karena ketika Engkau menitipkan rasa cinta ini aku lalai dalam rasa itu, ketika aku lebih suka menerima telepon dari si dia atau membalas pesan si dia dibandingkan dengan mendahulukan shalat.  Ketika aku lebih suka membaca surat-surat dari dia, atau sms dari dia dibandingkan dengan membaca kitab suciMu.

Ya Allah kini ku tahu bahwa Engkau selalu sayang padaku, Ya Allah maafkan atas segala khilaf dan salahku, aamiien.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.