Subsidi BBM itu Bagus atau Justru Malah merugikan ?

Akhirnya diputuskan juga BBM naik atau endak hari ini.  Yah mungkin beberapa orang tak bisa menerima kenaikan BBM dengan berbagai kekhawatiran, “lho bisa mati aku kalau harga kebutuhan pokok tetap naik”, “lho gajiku gak cukup sekarang untuk hidup satu bulan lagi” dan berbagai keluhan-keluhan lain.  Demo yang kemarin dilakukan disana sini dengan tujuan tolak harga BBM pun tak dapat mencegah kenaikan BBM tersebut.  Entahlah, itu demo bener-bener dari hati atau hanya cari pencitraan atau bahkan hanya ikut-ikutan.

BBM itu sebenarnya kalau buat rakyat miskin disubsidi, kalau buat pejabat atau kalangan atas ya jangan disubsidi ( itu solusi paling bagus, anak kecil aja tahu 😛 ), tapii . . .  masalahnya bangsa ini terlanjur tertanam jiwa pengemis.  Jangankan subsidi, bahkan bantuan orang miskin aja banyak amat yang mau, walau dia gak miskin sebenarnya :D, jadi jelas gak mungkin itu diterapkan.  Sebenarnya, Subsidi BBM itu menguntungkan bagi rakyat kecil atau ndak sih ?  oke kita lihat dari sudut pandang ( sorry cuman sudut pandangnya yang nulis blog ya kalau salah ya maap, yang punya blog bukan seorang yang ahli pengamatan 😀 )

Masalah harga bahan pokok

Ya, ini biasanya merupakan alasan utama demonstran ( yang tak lihat dari berita-berita sih seperti itu ).  Oke sekarang kita flashback jaman dulu, ketika subsidi masih gila-gilaan. Harga BBM cuman 2000 apa ya ( lupa, pokoknya harga beras satu kilo 2000 ).  Tapiiii. Ingat semua subsidi yang dipakai itu ternyata hasil dari sumbangan yang harus dikembalikan L dan imbasnya, ya sekarang ini, hutang negara semakin membengkak dan mungkin akan terus membengkak entah sampai kapan . .  ( mbuh ntar anak cucu kita nasibnya gimana, mungkin kalau terus seperti yang dulu bisa-bisa negara ini dijual ke negara lain #lebay ).  Alangkah lebih baik kalau masyarakat kita mulai dibudidayakan gemar tidak di subsidi

Penyalahgunaan Penjualan BBM

Nah kalau ini merupakan alasan utama naiknya harga BBM.  Lha sekali lagi, mental bangsa ini udah terlanjur mental pengemis dimana orang-orang berbondong-bondong suka rebutan zakat atau bantuan walau dia tahu itu gak berhak. Banyak lagi yang malah lebih hina dari itu, menjual BBM ke luar negeri ( jangan Tanya kenapa gak di ekspos di media haha ).  Makanya daripada subsidi BBM itu gak tepat sasaran mending dialihkan untuk subsidi yang lain.  Lha nanti kebutuhan pokok naik gimana ? lah makanya nanti dikasih bebara bantuan untuk rakyat yang kurang mampu biar bisa langsung beradaptasi ( ya muga-muga aja digunain bener-bener ) gak buat bangun rumah, beli alat elektronik, atau malah maen cewek :hammer:.

Akhir kata kalau dari sisi yang nulis ini sih, setuju aja naik BBM toh masih rasional 6500 kan.  Seperti bayi yang umur 2 tahun, mungkin bangsa ini juga harusnya mulai disapih dengan cara pengurangan subsidi, biar bisa mandiri.  Ntar kalau banyak yang mati gimana ?

Udahlah semua itu cuman ketakutan-ketakutan orang aja, yakinlah kalau orang mau berusaha pasti bisa menghadapi semua ini. Contoh nyata seperti negara Jepang tuh, waktu negara kita merdeka aja dia lagi dilanda bom di Hiroshima dan Nagasaki, dan sekarang malah dia bisa lebih maju.  Kenapa ? ya karena fitrahnya orang yang terjepit itu akan lebih berfikir daripada orang yang tidur dikasur.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.