Paradigma Belajar Memprogram

Ada salah satu hal yang unik dari jurusan Informatika.  Ceritanya si penulis ini memang sedang kuliah di Informatika, dulu awal kali masuk bukan karena suka juga, tetapi karena memandang bahwa jurusan Informatika itu keren dan wah.  Sebuah jurusan dengan gengsi dan nilai prestis yang sangat tinggi setelah jurusan kedokteran ( ya walau hanya di angan-angan si penulis sih haha. ). Lha kok bisa berfikir seperti itu juga bukan tanpa alasan lho, lihat saja teknologi informasi sangat berkembang pesat dan dimanfaatkan oleh berbagai disiplin ilmu maupun perusahaan.  Perusahaan tempe dan tahu pun sudah menggunakan sistem informasi penjualan, anak biologi dalam menganalisa dan meneliti sample-sample sudah menggunakan istilah yang bernama bioinformatik

Usut diusut ternyata kuliah di Informatika itu gampang-gampang susah, kebetulan si penulis sedikit ada hobi dengan dunia komputer ( baca : suka nge game ataupun ngenet) jadi ya agak suka dengan dunia Informatika.  Nah yang jadi permasalahan adalah dalam dunia Informatika khususnya Teknik Informatika / Ilmu Komputer mempunyai suatu kewajiban yaitu bisa memprogram dan ternyata ini menjadi sesuatu yang sangat susah di kalangan mahasiswa, apalagi kalau mahasiswa tersebut waktu milih masuk ke Informatika gara-gara namanya keren aja haha :p.

Oke, belajar memprogram kalau menurut ane sih seperti kita memasak gan.  Jangan pernah berharap di dalam kuliah Informatika nanti diajari bagaimana bikin virus, bagaimana bikin cracker, atau mungkin diajari bagaimana mengkoding atau membuat sistem informasi kedokteran dengan suatu bahasa tertentu. Tak kira semua jurusan di Informatika gak ada yang seperti itu.  Di kuliah kita hanya diajari suatu teknik dasar dari akar semua bahasa yang wah tadi ( bikin virus, atau bikin sistem informasi, atau bikin pakar dll ).  Ya, kita diajari tentang dasar-dasarnya saja misal Matematika, bagaimana membuat algoritma, bagaimana membuat fungsi, metode metode dasar, bagaimana sih cara berfikir efektif dan efisien, tools nya apa saja ? terus paling ya dikenali dengan berbagai bahasa yang sederhana.  Mirip sekali dengan seorang koki yang sedang belajar.  Ia gak akan diajari bagaimana memasak petis kangkung ala prancis atau pecel ala mbok darmi, tetapi dia hanya diajari bagaimana teknik memotong yang benar, bagaimana menggunakan pisau yang benar, bagaimana cara memilih buah yang masih segar sama yang nggak segar, dan kalau pun ada masak-masaknya ya paling disuruh masak sederhana saja, nah waktu dia sudah bekerja harus berimprovisasi sendiri dong sesuai dengan karakter sang koki.

Memprogram pun seperti memasak lho, kita harus pandai-pandai berimajinasi, nanti kalau ane bikin nasi goring terus tak campur kecap 3sendok ditambah garam 3sendok enak gak ya kira-kira, terus kalau ditambah merica dan bawang tambah sedap gak ya seperti itu.  Seorang koki yang handal pasti pernah gagal lebih dari sekali dalam memasaknya, kenapa ? ya dia harus latihan terus menerus agar bisa membayangkan kira-kira kalau bahan ini dicampur dengan ini rasanya bagaimana ya, terus cara motongnya gimana ya, biar gak over cook gimana ya, biar tampilannya menarik gimana ya dan hal-hal lain sehingga menyebabkan seorang koki itu handal.  Sama seperti memprogram pun seperti itu, awalnya hanya bikin sebuah tulisann halo dunia, saya mau belajar memprogram lho , selanjutnya bikin komputasi yang sederhana misal menghitung luas segitiga, agak komplek sedikit menghitung deret komplek lagi dan teruse menerus sehingga paham bagaimana sih kondisi perulangan itu, bagaimana sih kondisi percabangan itu, bagaimana sih fungsi rekrusif dan lain sebagainya.  Semua itu gak mungkin kalian dapatkan kalau tidak belajar mencoba sedikit demi sedikit. Ya seperti koki tadi, kalau gak mau belajar mencoba-coba ya sang koki tersebut paling cuman bisanya masak telor ataupun nasi goreng doang hehe.  Maka agar pandai memprogram, ya banyak-banyak latihan, dari berbagai kasus yang kalian dapatkan nanti akan biasa, oh kayaknya kalau masalahnya kek gini harus dengan metode ini, oh ini harusnya dibuat gini nih biar efektif, oh ini harusnya di looping dulu dan berbagai hal lainnya.  Jadi, intinya jangan lelah belajar, jangan lelah untuk mengulang-ulang, ingat mengulang-ulang suatu pelajaran itu seperti bertashbih, membahasnya merupakan jihad, dan mengamalkannya merupakan sedekah :D.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.