Gerimis di Pagi Hari

Pagi itu setelah aku bangun dari tidur lalu shalat shubuh seperti yang biasa yang aku lakukan.

Sayup-sayup ku dengar rintik-rintik hujan yang masih mengguyur rumahku masih ada. Memang tidak terlalu deras, akan tetapi cukup untuk membuat suasana dikala itu dingin sekali.

Setelah shalat shubuh aku pun keluar dari rumah. Entah mengapa aku ingin berjalan-jalan saat hujan gerimis ? laku perlahan kakiku melangkah berjalan-jalan di sekeliling rumah.

Aku merasakan hal yang sangat berbeda di pagi itu, perasaan damai, tenang, nyaman pun ku rasakan. Gerimis yang membuatku mengigil pun seakan menjadi menemaniku bahkan seperti memelukku. Oh betapa indahnya karunia Allah akan gerimis ini.

Tiba-tiba hembusan-hembusan angin mulai menerpa wajahku, terasa dingin memang, akan tetapi serasa dibelai oleh tangan-tangan malaikat. Indah benar pagi itu, seolah aku tak mau waktu berjalan.

Aku melihat pohon-pohon yang rantingnya menunduk. Batinku mengatakan apakah yang sedang dilakukan pohon-pohon itu ? aku pun mengira-ira mungkin pohon itu sedang melakukan sujud syukur kepada Allah, mungkin juga karena hujan di malam hari telah membuat ranting-ranting tersebut menunduk.

Lambaian daun-daun yang menghijau pun menarik perhatianku, kulihat daun-daun tersebut dengan seksama, tiba-tiba seakan ada yang berbisik mengatakan bahwa dia itu sedang beristighfar, memohonkan ampun kepada Allah atas besarnya dosa-dosa manusia yang telah menodai bumi ini? Aku tidak tahu sebenarnya bisikan itu darimana, mungkin juga hanya khayalanku belaka.

Tak terasa hujan rintik-rintik tersebut semakin deras, serta membuat tubuhku semakin mengigil dengan lari-lari kecil aku pun kembali ke rumah untuk menghangatkan diri.

Ya Allah terimakasih telah membuat suasana di pagi itu begitu berkesan serta membuat hati yang gundah ini menjadi nyaman dan tenang. Seperti waktu ketika aku masih kecil didalam gendongan seorang ibu.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.