Jangan Mencela Hujan

Sebenarnya ini ringkasan isi materi pengajian perdana yang baru saja digelar di posko kita broh.  Tadi mengangkat tema yang pas dengan kondisi sekarang, yaitu hujan. Oh ya, ringkasannya mungkin agak berbeda ye, tapi secara garis besar sama, soalnya emang gak dicatet haha ( ada selebarannya sih, tapi entah dimana -_- ).

Banyak nih orang-orang yang seringkali mengutuki ujan. “woo, tobil barusan tadi terang sekarang hujan!!!” dan banyak lagi yang lainnya.  Padahal coba pikirkan baik-baik andaikan tidak pernah ada hujan apa coba yang akan terjadi ? ya pasti semua orang di bumi nih akan mati, jadi gak sepantasnya kalau kita malah menghujat hujan.  Sebenarnya tanpa sengaja kita sudah melakukan dosa besar ketika menghujat air hujan karena secara tidak langsung berarti kita kufur nikmat.

Pada waktu hujan itu merupakan salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa dan kita disunahkan membaca doa ini : Allahumma Shayyiban Nafi’a ( Ya Allah, jadikanlah hujan ini manfaat ).  Lho terus gimana kalau hujannya deras dan membuat takut, maka disunahkan membaca ini : Allahumma chawalayna wala ‘alayna ( Ya Allah, turunkah hujan di sekitar kami, bukan ke atas kami ( yang membinasakan kami ).

Terus kenapa broh hujan sekarang kok malah bikin banjir dimana-mana ? berarti bukan rahmat lagi dong ya ? kadang pertanyaan seperti itu muncul juga dan itulah manusia, kata pepatah jawa “ora gelem ndelok gitokke dhewe”.  Seharusnya kalau banjir itu yang salah bukan hujannya, tapi kudu dikembaliin lagi kepada manusianya lagi, apa yang menyebabkan banjir tersebut.  Dosa apa yang telah kita perbuat, dan kenapa sampai Allah memperingatkan kita dengan datangnya banjir tersebut.

Oh ya, hujan itu merupakan karunia Allah yang besar, didalamnya terkandung banyak sekali tanda-tanda kebesaran-Nya.  Tau gak kalian bahwa air hujan itu merupakan hasil dari penguapan di air laut, mengendap jadi awan dan kemudian nih karena mengumpul dan berat jadilah air hujan.  Air hujan merupakan air mutlak dan dapat digunakan buat bersuci.  Pada dasarnya air hujan itu tawar rasanya, tapi karena dia turun dari langit ke bumi dan berfungsi sebagai pengikat zat zat kotor di udara dan apalagi kadang kena kabel listrik dan lain-lain maka akhirnya rasanya sedikit asam.  Nah karena air hujan tadi nih dapat mengikat zat-zat polutan, maka saat hujan udaranya pasti terasa lebih segar.  Itu salah satu nikmat karunia-Nya.

Oke, mungkin ringkasannya cukup sekian yakz, kalau ada salah ya maap ye dan mohon dikoreksi haha, maklum nulisnya sambil ngantuk soalnya, dan yang jelas manusia itu tempatnya salah dan dosa hoho.

Sumber : buletin RSI yang ada di Kendal ( tepatnya lupa, ketlingsep soalnya ) dan beberapa materi yang dulu dibaca. gambarnya dari wikipedia

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.