Misteri Hilangnya Adik Sepupu Part II

Perjalanan Mencekam di dalam kereta

Oh ya, tidak biasanya aku duduk sendirian di bangku ini, rasanya lega sekali ( aku pikir mungkin ada orang yang kurang beruntung yang ketinggalan kereta). Ah buat apa ku pikirkan lebih baik aku melihat pemandangan pada malam hari di sawah-sawah sepanjang perjalanan. Ku lihat jam digital yang ada di ponsel masih menunjukkan pukul 21.05, masih tergolong sore karena tak biasa aku tidur jam segitu.

Kupandangi terus sawah-sawah yang mulai tumbuh besar, pasti para petani sumringah dengan hasil padi ini. Alhamdulillah ramadhan bulan kemarin tidak terlalu banyak hujannya, tapi juga tidak terlalu kering sehingga kalau tidak ada hama pasti hasil panennya bagus. Setelah lewat sawah akhirnya memasuki hutan-hutan kecil, walau di dalam kereta ternyata suasanya cukup mencekam dan dipenuhi dengan aura misteri. Suasana malam itu juga ditambah gerimis yang mulai turun. Tiba-tiba di dalam hutan dan sawah tersebut seperti ada api yang menyala. Wah mungkin ini yang membuat bulu kudukku merinding. Ku perhatikan dengan seksama, yah memang gak terlalu takut sih toh di dalam kereta, mana mungkin hantu niat ngejer kereta haha . .

Api tersebut terasa makin lama makin mendekat, sedikit demi sedikit terlihat semakin besar dan kemudian seperti berubah menjadi sesosok manusia tinggi ( mirip kayak slenderman), dia seperti berlari dan mendekat ke arah kereta. seiring mendekatnya api tersebut pandanganku semakin kabur dan kepalaku semakin berat. Aaa, sakit rasanya dan akhirnya aku memejamkan mata.

Ketika aku membuka mata ternyata makhluk itu sudah hilang, ahh mungkin makhluk itu tak bisa mengejar kereta ini kali ya. Entah apa yang ku pikirkan aku ingin jalan-jalan ke lorong-lorong kereta untuk mengusir rasa takut tadi. Ku coba melalui gerbong satu dengan gerbong yang lain, tapi ternyata aneh kok penumpangnya sedikit sekali, dan semuanya tertunduk. Tak ada celoteh ataupun tawa dan tangis anak-anak, yah mungkin mereka sudah pada ngantuk jadi tidur. Tiba-tiba ada salah seorang menepuk pundakku. Mas, kok belum tidur, sapanya. Saat aku menoleh terlihat ada sesosok makhluk wanita berpakaian serba putih ( bukan hantu kayaknya, soalnya kakinya nempel ditanah hehe ) dan terlihat manis dengan jepit rambut bermotif bunga. Wah mungkin saja bisa diajak kenalan nih hwe hwe hwe . . Belum mbak, mbak sendiri kok belum tidur sih? Galau mesti ya ? hehe, basa basiku emang garing gak jelas sih, tapi mudah-mudahan dapat memecahkan suasana, Ia cuman tersenyum lalu jalan berbalik arah menuju ke gerbong selanjutnya. Ahh mungkin suruh ngejer kali ya wkwkwkwk . . dan akhirnya aku ikutin wanita itu.

Alangkah terkejutnya, ketika aku masuk gerbong aku mencium bau anyir seperti darah. Dan benar saja banyak bercak darah yang ada di dinding-dinding kereta, aku lihat penumpangnya tak ada yang risih. Salah satu penumpang dalam gerbong tersebut ada yang berdiri. Bulu kudukku berdiri, ahh apa mungkin kereta yang kunaiki ini berhantu ? atau . . . orang tersebut mulai berjalan kearahku. . jalannya pincang, dan mukanya pucat pasi, tangannya terjuntai ke bawah dan salah satu kakinya diseret perhalan-lahan. Aku lalu berbalik arah, karena aku gak mau berurusan dengan orang seperti itu. Ah ternyata penumpang yang tadinya menunduk ternyata juga mulai bangun. Mirip seperti orang yang tadi semua wajahnya pucat pasi, aku mulai lari sejauh yang aku bisa, siapa tahu ada orang yang bernasib sama sepertiku.

Waaa, gerbong lain pun juga seperti itu ( kisah ini mirip seperti resident evil yang aku mainkan untuk menunggu waktu berbuka), hanya saja saat ini aku gak membawa senjata api. Sesosok tangan mulai menepuk pundakku. Mas, Mas mungkin wanita itu lagi. . Aku tak kuasa, tiba-tiba, aku mulai membuka mata ku kembali untuk yang ke dua kalinya

Ah keadaan tiba-tiba berubah menjadi terang kembali. Semua tadi cuma mimpi. Untung saja ada wanita disamping yang membangunkanku. Dia sangat cantik dengan jepit rambut bermotif bunga hehe. Sayang aku tak sempat berkenalan, karena kereta itu sudah berhenti di stasiun yang ku tuju. Aku bergegas turun dan menuju ke rumah orang tuaku. (Bersambung).

ilustrasi gambar cari di google

Leave a Comment