Contoh Use Case Diagram

Use case diagram adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan apa yang dapat dilakukan oleh sistem.  Secara garis besar sangat jarang use case dapat disalahkan secara mutlak ( pokokmen semua benar ),  cuma yang membedakan seberapa efektifkah use case yang dibuat.

Dalam artikel kali ini penulis akan membuat contoh use case untuk sebuah sistem informasi penjualan sederhana. langsung saja use casenya seperti ini :

use case penjualan

Kebutuhan non fungsional dalam sistem ini meliputi

Keamanan ( Security ) :

baik penjual dan pembeli melakukan login untuk mengakses halaman yang terauthentikasi.

Ketersediaan ( Availability ) :

Sistem berbasis web, sehingga up timenya 24 jam.

Fleksibilitas (Flexibility ) :

Sistem dapat diakses dari tablet maupun komputer selama mempunyai browser yang mendukung javascript.

Catatan :

Disitu ada relasi yang menggunakan include antara login dan register, artinya pembeli kudu register dulu agar dapat menggunakan use case login.

Lho kenapa kok untuk pembelian gak include login ?

Karena antara use case pembelian dan use case login sebenarnya tidak ada kaitannya, sebagai gantinya dijelaskan dalam kebutuhan non fungsional.

Ingat!! use case diagram hanya menggambarkan apa yang dapat dilakukan oleh sistem, bukan bagaimana komponen-komponen sistem itu saling terkait.

Use case dibuat untuk menggambarkan tujuan yang semestinya dicapai oleh aktor (user/sistem lain) yang berinteraksi dengan sistem yang dibuat ini.

Sekian dulu ya, seperti biasa tulisan diatas merupakan pendapat pribadi yang berdasar dari beberapa sumber, sehingga bisa saja terjadi kesalahpahaman, jadi jika ada yang salah atau kurang jelas kita diskusi yakz.

Akhirnya, segala kebenaran yang tersirat dari tulisan ini datangnya dari Allah, dan segala kesalahan adalah dari diri pribadi, mohon maaf dan sampai jumpa dalam tulisan berikutnya (analysis Model).

Leave a Comment