Puisi (Menatap Senja)

Mbuh, kesambet apa, ujug-ujug pengen bikin puisi haha -_-

Menatap Senja

ketika langit berlukiskan gradasi kuning biru dan hitam
selalu ada tanya, apa yang telah aku lakukan hari ini ?
kenapa selalu berkeluh, ahh Tuhan tak adil
padahal sebelumnya, aku selalu bermain-main dengan kemalasan
apakah ini adil bagi-Nya ?
memang, tanpa sadar aku ini angkuh
jumawa dengan segala yang ku anggap hebat
padahal,hal itu tak lebih hanya setetes embun yang ada di pagi hari

akhirnya,
aku bersujud dan bergegas,
memohon maaf atas kekhilafan
kupasrahkan semuanya,
karena memang hakikatnya semua ini milik-Nya

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.