Belajar dari Buah Jeruk

Assalamu’alaykum Wr. Wb

Alkisah ada suami istri yang sedang istirahat di ruang keluarga setelah berbelanja dari pasar, kemudian sang istri pun makan buah jeruk yang tadi dibelinya, “wah, ini buah jeruk kok masam sekali, padahal tadi kata penjualnya buah jeruk ini rasanya manis” gerutu sang istri.  Sang suami pun penasaran ia mencoba mencicipi juga buah jeruk tersebut, “enak kok, mah jeruknya  rasanya menggelitik” timpa sang suami menghibur sang istri yang sedang cemberut.

“Hffttt, apanya yang enak pah, asam gini, penjualnya dosa tuh karena udah memberikan buah jeruk yang tidak sesuai dengan keterangan”. Seru sang istri protes.  Sang suami pun akhirnya memberikan nasehat kepada sang istri, “mah, mungkin sang penjual tersebut tidak mengetahui bahwa buah jeruk yang dijualnya ada yang rasanya masam, pasti ada beberapa jeruk dalam wadah tersebut yang manis juga”, timpa sang suami, “lagipula jeruk yang masam pun juga tidak kalah manfaatnya kok, banyak hal yang bisa dilakukan dengan jeruk yang masam, misal dibuat jus jeruk dan diminum pada siang yang panas, pasti rasanya jauh lebih segar”.  sang istri pun hanya bisa memangguk-angguk.

Hidup ini seperti jeruk, terkadang kita bisa saja menjadi jeruk yang berhasil, yang rasanya manis dan disukai banyak orang, akan tetapi hidup itu tak pernah mulus, pasti ada lika-likunya dan kegagalan pasti akan terjadi dalam semasa hidup kita.  Kegagalan itu ya seperti jeruk yang masam tadi, mungkin kalau kita lihat dari satu sisi hal itu buruk, tetapi jika kita lihat dari sisi yang lain hal itu tetap ada manfaatnya juga.

Contohnya kalau di kehidupan nyata pas kita ngerjain skripsi, ya ada yang bisa sukses dengan cepat menyelesaikannya, tetapi ada juga yang tertatih-tatih dalam mengerjakannya.  Semuanya ada hikmahnya, yang tertatih-tatih itu bukan berarti mereka gagal, tetapi jika dilihat dari sisi lain mereka itu sedang belajar untuk hidup menjadi lebih baik, yang tertatih itu berarti sedang belajar untuk sabar dalam menjalani ujian-ujiannya.  So, jangan patah semangat yakz, mau sesusah apapun skripsi kalian, pasti akan ada batasnya, skripsi itu bukan bilangan imajiner yang mustahil dicari solusinya,  dan yang jelas mau sesusah apapun skripsi kalian, tetap saja setiap hari Allah memberikan modal 24 jam untuk menyelesaikannya dan menyuruh matahari untuk menemani sepanjang siang :)). Semangat!!!

(nb : ki ora curhat lho wkwkwk )

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Leave a Comment