Kenalan dengan Logika Fuzzy

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Fuzzy menurut bahasa artinya samar atau blur.  Fuzzy pertama kali diperkenalkan oleh Zadeh lalu dibuatkan dasar framework fuzzy oleh mamdani dan assilian.  Dasar Framework fuzzy ini dapat digambarkan seperti pada gambar dibawah ini.[1]

Fuzzy itu lebih mengarah ke sebuah pernyataan yang signifikan bukan yang teliti, maksudnya adalah seperti ini :

ketika kita melihat orang yang mau ditabrak mobil, kita gak perlu ngasih tau kepada orang tersebut seperti ini “broh, 20 meter dari arah kanan, ada mobil melaju dengan kecepatan 70km/jam  mengarah ke kamu”.  Kalo seperti itu keburu wafat tu anak haha.  Alangkah lebih baik kita jelasin seperti ini “broh, awas ketabrak”. Dah kalau malaikat izrail belum njemput niscaya tu anak masih waras 😀 .

Setelah kenalan dengan logika fuzzy sekarang kita mengarah ke sistem inferensi fuzzy.  Inferensi itu berarti sistem tersebut mencoba menghasilkan kesimpulan berdasarkan rule-rule yang telah dibuat[1].  Nah kalau di fuzzy aturan-aturan itu bentuknya if blablabla then kesimpulan, maka disebut dengan aturan if then

Dari sini, mungkin boleh disimpulkan seperti ini, (pendapat pribadi,  kalau dikutip silakan , gak tau bener pa salah tapi ) basis aturan if then itu sebenarnya menggantikan aturan-aturan kondisional yang ada dalam bahasa pemrograman dan nggak sak-klek (duh bahasane apa ya -_- ) . sehingga sistem yang kita bangun ini bisa lebih menaungi logika-logika manusia. Contoh kek gini :

Dalam sistem konvensional ya,  pas kita bikin sebuah program temperatur terus suruh masukin nilai dan keluarnya apa, misal nih diberikan algoritma seperti ini :

input (x);
if x < 30 then  
   output dingin 
else if x <= 30 and x <=70 then
   output anget
else 
   output panas

nah misal nih, misal kita masukin angka sekita 69,5 kalau menurut aturan tersebut berarti masih anget kan, tapi kadang orang itu nyebut, ini dah panas nih, ada orang lain bilang ini anget awalnya, lama-lama tapi panas -_- .

nah algoritma diatas kan masih sak klek, maka muncullah ide dari lutfi zadeh untuk mensiasati itu,  ya ini itu panas, tapi kadar panasnya sekian, tapi ya ada angetnya dikit.  Jadi kan lebih adil, anget dapat, panas juga dapat, (nggak sak-klek).

Oke, mungkin sekian dulu yak kenalan fuzzynya, oh ya didalam fuzzy dikenal dengan banyak istilah diantaranya adalah sebagai berikut :

variable : variable ini dibagi menjadi dua , variable input dan output biasanya dilambangkan dengan X [1] , contohnya suhu, tinggi,  dll. ingeet lho ya kalau yang cuman dua sepertinya gak bisa di fuzzykan, contoh nih : jenis kelamin ( ya kali di fuzzy kan haha)

Himpunan fuzzy : Himpunan fuzzy itu bagian dari variable fuzzy biasanya dilambangkan dengan T,  Himpunan fuzzy dari variable suhu adalah T = {dingin, anget, panas} oh ya buat himpunan fuzzy juga dinyatain dengan bilangan juga (domain himpunan fuzzy) dilambangkan dengan U, misal dingin itu dari U = [0,30].

Semesta pembicaraan:  merupakan semesta dari pembicaraan, misal nih suhu berarti semestanya 0 – 100 atau bisa aja kita bikin 0 – tak terhingga hehe.

Fungsi keanggotaan : nah kalau ini bentuknya representasi kurva, bisa linear bisa juga sigmoid. yang menggambarkan pemetaan dari himpunan tegas ke himpunan fuzzy.

Oh ya sistem inferensi pun metodenya ada banyak, tapi yang biasa dipakai cuman tiga (lebih tepatnya yang pernah diajarkan ke ane  😀 )

  1. metode tsukamoto
  2. metode mamdani
  3. metode tsugeno

gimana masing-masing dari metode tersebut ? haha sek ya capek nulis e -_-

sumber : a course in fuzzy system and control (wang)

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Leave a Comment