Makna dan Nilai Hijrah

Hijrah berasal dari bahasa arab yang berarti pindah atau meninggalkan.

Hijrah dalam arti pindah dapat berarti fisik maupun non fisik.  Hijrah dalam pengertian fisik adalah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu wilayah ke wilayah lain, dari suatu negeri ke negeri yang lain seperti yang dilakakuan nabi Muhammad SAW yang melakukan pindah dari Mekah ke Madinah.  Sedangkan Hijrah non fisik berarti yaitu berpindah dari suatu sifat ke sifat yang lebih baik, dari suatu kebiasaan ke kebiasaan yang lebih baik, dari suatu nilai ke nilai yang baik.  Hijrah dalam pengertian ini dapat kita temukan dalam firman Allah :

“Dan Perbuatan Dosa Tinggalkanlah.”(QS Al-Muddatsir ayat 5)

Dan juga pada sabda Nabi Muhammad

“Orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan Rasulnya”(H.R. Bukhari).

Hijrah secara non fisik diantaranya meninggalkan kebiasaan menghina, melecehkan orang lain menjadi lebih menghargai orang lain, meninggalkan kebiasaan buruk sangka menjadi baik sangka, meninggalkan sifat kikir menjadi sifat dermawan, meninggalkan kebiasaan burung meremehkan amalan sunah dan menggampakan perbuatan makruh menjadi lebih menghargai amalan sunah dan waspada terhadap perbuatan makhruh.  Meninggalkan kebiasaan tidak peduli terhadap makanan yang kita makan menjadi lebih peduli terhadap kehalalan apa yang kita makan.

Adakalanya Hijrah secara non fisik harus dibarengi dengan Hijrah secara fisik.  Terkadang untuk meninggalkan kebiasaan lama yang buruk membutuhkan lingkungan baru yang lebih kondusif untuk perbaikan diri.  Inilah yang dilakakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau Hijrah dari Mekah ke Madinah.

Hijrah baik nonfisik ataupun fisik harus dilandasi niat karena Allah SWT.  Hijrah seperti inilah yang bernilai ibadah.  Niat karena Allah bukan berarti menafikkan niat untuk mendapatkan rejeki yang lebih baik. Bisa jadi karena niat kepada Allah, maka Allah memberikan rejeki yang lebih baik dari sebelumnya.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya dan amal setiap orang tergantung apa yang ia niatkan.  Siapa yang Hijrah karena Allah dan Rasulnya maka Hijrahnya untuk Allah dan Rasulnya.  Barangsiapa yang Hijrahnya untuk dunia yang ia cari atau wanita yang ingin dinikahi.  Hijrahnya juga sebatas yang ia tuju ”(HR Bukhari-Muslim).

Hijrah bukanlah perjalanan yang mudah dan senang-senang, Hijrah merupakan pembuktian iman, Hijrah merupakan pengorbanan.  Meninggalkan rumah harta benda, meninggalkan kenyamanan, meninggalkan tanah air tercinta dan sanak saudara, menempuh perjalanan dengan bahaya, itulah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.  Tidak ada Hijrah yang mudah baik fisik maupun non fisik.  Meninggalkan kebiasaan lama tentu butuh kesabaran dan pengorbanan.  Meninggalkan lingkungan dan teman-teman yang menjerumuskan dalam kemaksiatan juga bukan perkara yang mudah.  Meski tidak mudah bukan berarti kita berhenti melakukan Hijrah, Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, melainkan Allah mengganti yang lebih baik”  (HR Ahmad).

Spirit Hijrah haruslah kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dengan inilah kita dapat memaknai peristiwa yang dialami oleh Rasulluah dengan segala pengajarannya. Dengan spirit Hijrah ini semoga keberkahan dari Allah menyertai kita, seperti dalam firmannya :

“Barangsiapa yang berHijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat Hijrah yang luas dan rejeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berHijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju) , Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah.  Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An-Nisa : 100).

Sumber : Khazanah Trans 7

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.