Mandor dan Staff Konstruksi Bangunan

Sebuah kisah dari seorang mandor dan staff konstruksi bangunan.  Alkisah ada seorang staff konstruksi bangunan yang sedang bekerja dengan keras menggali tanah untuk pondasi bangunan.  Ketika itu sang mandor sedang berada di atas bangunan.  Sang mandor ingin bertanya kepada staff konstruksi bangunan tersebut apakah pasir yang telah dipesan sudah sampai atau belum.  Karena sang mandor enggan untuk turun dari atas bangunan, maka sang mandor pun kemudian mencoba menjatuhkan lembarang uang seribu kepada staff konstruksi bangunan tersebut, dengan harapan sang staff akan menengok ke atas.  Ternyata uang itu pun diambil oleh sang staff, akan tetapi ia tidak menengok ke atas dan melanjutkan pekerjaannya kembali.  Kemudian sang mandor pun mencoba melemparkan lagi uang lembaran lima ribu ke arah staff tadi.  Hal yang sama pun dilakukan oleh staff konstruksi bangunan tersebut.  Sang mandor pun makin penasaran, akhirnya dia lemparkan lembaran lima puluh ribu ke staff tersebut lagi dan lagi-lagi staff tersebut hanya mengambil uang tersebut dan kemudian melanjutkan pekerjaannya lagi.  Sang mandor pun jengkel, akhirnya ia mencoba menjatuhkan kerikil kecil tepat ke sang staff konstruksi bangunan tersebut.  Kerikil kecil tadi pun ternyata tepat terkena kepala sang staff sehingga membuat sang staff menengok ke atas.  Sang mandor pun akhirnya dapat bertanya dengan sang staff tersebut.

kontraktor bangunan
kontraktor bangunan

Kisah yang aneh memang, tetapi kita dapat bercermin dari kisah tersebut.  Kita seringkali diberikan nikmat oleh Allah SWT, tetapi ya kita hanya bersyukur sekenanya, atau bahkan lupa untuk sekedar mengucapkan alhamdulillah.  Akan tetapi, ketika Allah menguji kita dengan sedikit kelaparan, sedikit ketakutan, sedikit kegelapan, maka kita langsung teriak-teriak serta memohon ampun kepada Allah.  Bahkan tak sedikit ada yang mengutuk dan menyalahkan Allah atas kejadian yang telah menimpanya.  Seharusnya sikap kita adalah dengan menerima semua ujian dari-Nya serta memohon ampun kepada-Nya.  Ujian yang datang kepada kita merupakan suatu anugerah agar kita bisa kembali ke jalan yang lurus, agar kita sadar akan kelalaian-kelalaian kita.  Ujian tak seharusnya disikapi dengan kutukan ataupun cercaan, tapi lebih kepada menginstropeksi diri.  Yakinlah semua ujian yang diberikan kepada kita pasti kita akan dapat melaluinya.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.