Pengalaman Sidang Tilang

Kejadian itu dimulai ketika saya dan teman-teman pergi ke Jogjakarta untuk menghadiri suatu acara.  Kita berangkat bersama-sama menggunakan beberapa motor.  Walau bisa dibilang konvoi tapi kita gak pakai pengawalan polisi lho :ngakak , pertama-tama kita jalan pelan-pelan cuman ya lebih kenceng dari truk.  Singkat cerita kita sampai di lingkar Ambarawa (buat temen-temen yang sering lewat sini, mending hati-hati jangan terlalu pelan atau terlalu kencang, yang pasti jangan ngelanggar marka).  Naas memang ketika satu tikungan lepas eh tikungan kedua ternyata sudah ada polisi yang sudah menghadang di tengah jalan.  Untung waktu itu ane gak lupa nginjek rem :hammer: , sebenarnya pengen terus tapi ya gimana, orang lagi konvoi :ngakak .

“Selamat Pagi Pak, Bisa tunjukkan surat-suratnya pak ?”, sapa pak polisi dengan ramah dan senyum (pasti ni pak polisi banyak pahala nih).  Setelah nunjukkin pun pak polisi bilang lagi

“Bapak tau kesalahan bapak apa ?”, dan ane pun cuman balas, “gak tau pak”.

“Bapak ngelanggar marka tadi disana, gak boleh menyalip “.

Whattt, akhirnya ketilang juga ane :ngakak , terus suruh turun buat negosiasi.

“Pak, gimana ni pak, masa harus ditilang”, ane protes dikit, terus bapaknya bilang,

“bapak punya dua pilihan, satu pakai slip merah, nanti sim atau stnk bapak untuk sementara ditahan dan bisa diambil ketika sidang, yang satu lagi bapak titip sidang dan tidak ada yang ditahan”, timpa polisi tersebut.

“Nha kalau yang titip sidang, berapa pak bayarnya ?” tanggapku, kemudian pak polisi pun menjawab

“wah kalau titip berarti yang maksimal, berarti 100k”,  sejenak itu aku jadi berpikir,  perasaan maksimal pelanggaran ini 500k :ngakak, dah mulai ra jelas nih. Aku pun coba menawar, “Pak ini yang ketilang dua orang lho pak, masak 100k”, balasku. “Oh, jadi kalian rombongan ya, ya sudah dua 150k”, :ngakak akhirnya ane pikir kasian juga ni pak polisi masak iya dah tugas masih harus tak repotin buat makilin sidang.  Akhirnya setelah setengah jam berpikir akhirnya bilang “pak slip merah aja pak, gak apa wes ikutan sidang, toh deket lho cuman di Ungaran”.

Pak polisi itu pun akhirnya gak jadi nulis di slip entah warna apa, lupa :hammer: dan mengisi slip merah.  Oh ya, ternyata pakai slip merah pun kita tetep bisa diwakilkan untuk sidangnya, dan slipnya ilang pun gak masalah yang penting kita hafal nomor slip merahnya (kata pak polisinya gitu). (perhatikan betul-betul slip merahnya, harus diisi semua baik tanggal, tempat sidang, pasal berapa yang dilanggar, pokokmen semua form harus penuh terisi soalnya nanti waktu sidang bakalan dikembalikan kalau gak lengkap, terus suruh ke kantor polisi lagi :hammer: )

berikut penampakan slip merahnya, pastikan semuanya terisi untuk mempermudah sidang.

Slip merah
Slip merah

tampilan dibalik slip merah, kalau yang ini emang kosong ntar yang ngisi kayaknya pas di pengadilan, entah ane juga nggak tau :ngakak waktu habis sidang slipnya dah gak dikembaliin entah kemana :berdukas padahal ane juga gak ttd disini sama sekali.

slip merah
slip merah

Oke, akhirnya kita kembali melanjutkan perjalanan dengan meninggalkan stnk :ngakak .  Oh ya, kalau bisa kita harus tepat menghadiri sidangnya, kalau terlalu cepat biasanya berkasnya belum nyampai di persidangan alhasil kita kudu ke kantor polisi lagi, atau jangan nunda, bisa-bisa barang buktinya pindah entah kemana (bisa aja pindah ke kantor polisi lagi :ngakak )

Tiga minggu berlalu, tak terasa sampai juga di hari H sidang.  Kita datang waktu itu pagi sekitar jam 08.30.  Sampai lokasi tiba-tiba ada yang bilang, mas ambil ruang sidang dulu ya, ane pun nurut aja dan akhirnya membayar 5k. (setelah selesai kecurigaan ane bener, ini seharuse gak bayar pun gak masalah, jadi lain kali kalau ada yang sidang di PN ungaran gak usahlah bayar 5k, langsung masuk kantornya aja).

Setelah bayar kita masuk ke kantor utamanya, tepat di sisi kiri, tumpuk aja slipnya, nanti akan ada petugas, tanya saja.  Setelah verifikasi data-data slip (yang ikut sidang tilang banyak banget, sekitar puluhan orang ) akhirnya sidang pun dimulai sekitar pukul 09.30 .  Oh ya waktu disini ane ketemu dengan bapak-bapak, sebut saja pak Paidi (mungkin nama sebenarnya :ngakak ).  Beliau cerita waktu sidang di PN Jogjakarta.  Kata beliau kalau di Jogjakarta gambaran sidangnya seperti ini.

  1. 10 orang masuk ke ruang sidang lalu benar-benar disidang oleh hakimnya.
  2. Mulai dibacakan pasal-pasal dan lain sebagainya, dan yang unik adalah kita ditawari banding dan akan diputuskan saat itu juga.
  3. Ketika kita mengajukan banding, maka kita harus bisa menuturkan kronologi kita ditilang.  Sebagai contoh nih : misal kita dianggap melanggar marka, padahal kita baru menginjak garisnya tok, itu juga karena darurat di pepet mobil misal, maka kita bisa protes. Jika protes kita kuat dan logis hakim bisa saja membebaskan kita tanpa membayar sedikit pun.

Tapi, ternyata di PN Ungaran ini berbeda, sejenak setelah berbincang-bincang dengan bapak tersebut akhirnya kita pun dipanggil dan disidang (ruang sidang yang digunakan adalah ruang sidang utama, tempatnya didepan pintu masuk pas), kalau kalian melanggar KIR tempatnya beda, di sebelah kanan dari pintu utama. Setelah menghadap hakim,  waktu itu hakimnya bilang 40, itu artinya ane disuruh bayar 40k ke bagian kejaksaan (letak kejaksaan itu sebelah kiri ruang sidang utama ), lalu langsung disuruh keluar lewat pintu sisih kiri.  sekitar pukul 10 ane di panggil kejaksaan dan suruh membayar.  STNK pun kembali dengan baik.  Langsung kita balik, oh ya gak ada bayar parkir juga lhoh disana, anggep aja yang 5k tadi buat parkir :ngakak .

oh ya ini ane lampirin denahnya ya, biar gak bingung nantinya.

pnUng

1 thought on “Pengalaman Sidang Tilang

Leave a Comment