Memilih Pemimpin yang baik

Memilih pemimpin merupakan hal yang sangat penting karena bisa jadi ketika kita asal memilih kita mendapatkan dosa. Peristiwa 4 November sudah berlalu, mari kita ambil hikmahnya saja. 4 November merupakan hari dimana banyak sekali umat Islam dari penjuru kota di negara ini berbondong-bondong ke ibu kota untuk mencari pengadilan karena pemimpinnya dianggap telah menistakan agama.  Oh ya, sebelumnya tulisan ini dibuat menurut sudut pandang penulis saja, kalau setuju ya silakan dilanjut bacanya kalau tidak setuju ya tidak apa.  Tulisan ini dibuat untuk mengingatkan diri sendiri pada khususnya dan umat muslim pada umumnya.

Pertama, sebutan pemimpin kafir sebenarnya tidak bermakna negatif.  Umat Islam menyebut umat lain dengan penyebutan kafir, artinya mereka tidak beriman kepada Allah dan tidak mempercayai bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah.  Entah kenapa sepertinya media melihat bahwa kalau pemimpin sudah dinyatakan kafir itu imagenya jadi negatif, padahal ada juga pemimpin kafir yang adil, jujur, dan baik.

Kedua, cara memilih pemimpin dalam Islam itu sudah diatur bahkan dalam kitab Al-Qur’an, suka atau tidak suka kita harus mengikutinya.  Salah satu syarat mutlak untuk memilih pemimpin adalah mereka yang segolongan yaitu Islam, selain itu ada beberapa hal lagi yang harus diperhatikan diantaranya adalah sebagai berikut :

Kenali sosok pemimpin, sebelum memilih pemimpin ada baiknya kita sedikit kepo dan melihat bagaimana keseharian pemimpin tersebut, bagaimana track recordnya dan lain sebagainya.  Kalian juga dapat melihat dari visi dan misinya kalau terlihat rasional dan meyakinkan, maka bisa dipertimbangkan.

Pemimpin yang amanah dan berpengalaman, Pemimpin pastilah harus amanah, karena nasib sekelompok orang ditentukan oleh dia.  Cara melihatnya adalah dengan cara melihat sejarah dan track record jabatan yang sebelumnya dia emban.  Seseorang fresh graduate sangat tidak disarankan untuk dipilih sebagai pemimpin karena ya kali lulus kuliah langsung mimpin, pasti kasihan orangnya dan kasihan yang dipimpin.

Adil dan bertanggung jawab.  Pemimpin haruslah adil, biasanya dapat dilihat dari sebelum ada pilihan.  Pemimpin yang baik pasti tidak akan mengeluarkan serangan fajar ( bagi bagi duit ) atau membujuk dengan cara yang tidak dibenarkan karena hal itu indikasi pemimpin ini tidak adil dan tanggung jawab.

Ketiga. Banyak orang Islam yang protes kenapa tidak boleh memilih pemimpin kafir ? kan dia baik, kan dia amanah, kan dia adil, kan dia bertanggung jawab. Ya, karena memang sudah ditegaskan bahwa di dalam Al-Qur’an kita tidak boleh memilih pemimpin yang kafir, apapun alasannya.  Pertanyaan ini mirip dengan orang yang bertanya kenapa kita gak boleh makan daging Babi / Anjing ? Ya, karena memang sudah diatur sedemikian itu.  Hal ini sudah aturan agama, kita tinggal melaksanakan saja agar paling tidak kita selamat baik di dunia maupun di akhirat.

Nah, terakhir ini bukan isu politik, hanya saja penulis ingin memingatkan bahwasannya kita tidak boleh memilih pemimpin yang kafir kecuali misal calon-calon pemimpin yang lain semuanya kafir nha kalau itu kita harus bersabar dan memilih yang paling baik dari itu semua.  Logikanya sama seperti misal kita kelaparan lalu cuman ada daging Babi, ya wes mau gak mau.

 

Leave a Comment